Mau Take Over Kredit KPR, Pahami Dulu Jenisnya!

Seiring dengan makin meningkatnya kebutuhan yang makin tinggi, hal ini membuat beban ekonomi setiap keluarga juga bertambah. Bila Anda memiliki penghasilan yang itu-itu saja dan harus membayar kredit seperti KPR juga, tentunya akan sulit. Dapatkan kredit rumah mudah memang enak, tapi kalau tak bisa bayar susah juga. Lebih baik, take over KPR saja.

Take Over Kredit KPR

Apa Itu Take Over KPR?

Bagi Anda yang belum tahu apa yang dimaksud dengan take over KPR, sebenarnya ini adalah sebuah pengalihan pembiayaan kepemilikan rumah dari seseorang ke pihak yang lain. Baik itu antar bank maupun perseorangan. Ini bisa jadi jalan terakhir yang Anda ambil bilamana tak mampu lagi membayar angsuran KPR seiring bertambahnya kebutuhan.

Apalagi, bila Anda juga mengalami masalah seperti sering sakit atau usaha yang mulai meredup, cara ini bisa jadi pilihan terbaik. Ada banyak alasan orang menggunakan take over kredit ini. Salah satunya adalah untuk mengurangi nominal angsuran, mencari suku bunga kredit yang lebih rendah, kurang puas dengan layanan bank pemberi KPR awal dan lainnya.

Pada prinsipnya, sebenarnya take over KPR ini sah-sah saja. Namun, tentunya hal tersebut harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan melibatkan pihak bank selaku pemberi fasilitas kredit. Tenang saja, saat ini, nyaris semua bank baik itu yang konvensional ataupun yang syariah sudah menawarkan fasilitas yang satu ini.

Lalu, Apa Saja Jenisnya?

Jika Anda berniat untuk menggunakan take over kredit KPR karena berbagai hal semisal untuk wujudkan rumah imajinasimu yang baru dengan beli rumah lain ataupun karena alasan lainnya, tentu saja Anda bisa melakukannya. Namun, kenali dulu jenis-jenis take over kredit KPR itu dulu. Ini dia jenisnya!

  1. Take Over Antar Bank

Jenis take over KPR yang pertama adalah antar bank. take over yang satu ini tergolong sebagai tindakan pengalihan pembiayaan bank yang paling aman. Tujuannya iasanya untuk mengurangi nominal angsuran, mencari suku bunga yang lebih rendah atau untuk mempercepat pelunasan KPR.

Alasan mengapa jenis take over yang satu ini yang paling aman adalah karena ia terikat hukum secara legal. Sebab, ia melibatkan bank sebagai pemberi fasilitas pembiayaan KPR. Untuk melakukan take over antar bank ini, syarat yang harus Anda sediakan sebenarnya tak jauh beda dengan ambil KPR rumah.

Hal yang membedakannya adalah tindakan pembiayaan KPR ke bank lain ini baru bisa dilakukan setelah pembiayaan berjalan paling tidak satu tahun. Sekali lagi, mekanismenya juga sama saja dengan mengambil KPR yang baru. Anda harus mengajukan permohonan take over KPR pada bank yang diinginkan lebih dulu.

Jangan lupa untuk melengkapi semua syarat dan berkas yang diperlukan. Jika bank yang Anda tuju setuju dengan permohonan take over KPR yang Anda ajukan, maka pengalihan pun bisa dilakukan.

  1. Take Over Jual Beli

Jenis take over yang lainnya adalah take over jual beli. Jenis yang satu ini merupakan tindakan pengalihan pembiayaan dari debitur lama ke debitur baru. Jenis ini biasanya dilakukan apabila Anda ingin menjual rumah yang masih dalam KPR pada pihak yang lain alias melanjutkan KPR yang lama.

Proses dari take over kredit yang satu ini juga melibatkan bank di dalamnya. Oleh karena itu, jenis yang satu ini juga legal secara hukum. Untuk syarat dari take over yang satu ini adalah sama saja dengan pengajuan KPR baru. Hanya saja, yang mengajukannya adalah debitur baru alias calon pembeli Anda.

Mekanismenya adalah si debitur baru harus memberikan semua berkas dokumen yang diperlukan lebih dulu. Setelah itu, informasikan pada pihak bank berkenaan dengan rencana take over jual beli ini. Jika pihak bank setuju, maka tindakan pengalihan ini pun bisa dilakukan.

Nah, setelah take over jual beli ini berlaku, maka Anda sudah tidak memiliki kewajiban lagi untuk membayar angsuran setiap bulannya. Hanya saja, konsekuensi yang harus Anda tanggung adalah Anda secara otomatis akan kehilangan hak atas kepemilikan rumah karena sudah dialihkan ke pihak baru.

  1. Take Over Bawah Tangan

Jenis terakhir adalah take over bawah tangan yang sebenarnya sama saja dengan jenis take over jual beli. Hanya saja, ini dilakukan secara ilegal karena tidak melibatkan bank sebagai penyedia fasilitas KPR. Dalam prosesnya, pihak pembeli baru meneruskan sisa KPR yang masih jadi tanggungan penjual.

Si penjual berhak atas rumah tersebut. Namun, nama yang tertera di semua dokumen masih atas nama debitur lama. Praktik ini sebenarnya cukup riskan dan berisiko. Sebab, bila si pembeli macet dalam membayar angsuran, Anda yang akan kena getahnya. Sebaliknya, ini juga berbahaya bagi pembeli karena bisa saja Anda kabur saat cicilan sudah lunas.

Nah, itulah jenis-jenis take over KPR yang bisa Anda ambil untuk bisa wujudkan desain rumah yg bikin relax idaman Anda. Take over ini bisa dibilang cara terakhir yang bisa Anda lakukan apabila ada masalah dengan KPR di bank tersebut. Sebelum melakukannya, ada baiknya coba jalan lain dulu bila memang ada masalah yang terjadi.